Satelit9.com,Amaan- Israel dan Hamas Rabu (21/11) malam waktu
setempat sepakat untuk melakukan gencatan senjata setelah dimediasi oleh
Mesir untuk menghentikan konflik delapan hari yang menewaskan 162 warga
Palestina dan lima orang dari Israel.Sekretaris Jenderal PBB, Ban
Ki-moon, menyambut gembira gencatan senjata Israel dan Hamas. Namun,
Ki-moon mengatakan rincian kesepakatan masih perlu diperbaiki.
"Kami gembira dan lega bahwa mereka telah mencapai gencatan senjata ini," kata Ban kepada wartawan, Rabu (21/11), setelah bertemu dengan Raja Abdullah II di Yordania.
"Masih ada banyak detil yang harus dipadatkan agar gencatan senjata tahan lama. Saya berharap mereka akan menyelesaikan rincian ini secepat mungkin," tambahnya.
Ki-moon juga menyerukan lebih banyak upaya untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang macet antara Israel-Palestina.
Hal senada juga diserukan Raja Abdullah II. Namun, pemimpin Yordania itu lebih menyerukan agar masyarakat dunia uapayakn terus perdamaian antara Israel-Palestina.
"Dukungan internasional diperlukan untuk membantu mempertahankan gencatan senjata," kata Abdullah.
Kamis (22/11/2012), Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr mengatakan mediasi telah menghasilkan kesepakatan gencatan senjata untuk mengembalikan ketenangan dan pertumpahan darah.
Gencatan senjata akan memberikan waktu kepada 1,7 juta warga Gaza untuk terbebas dari serangan udara yang ganas.
"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" takbir terus berkumandang dari pengeras suara masjid-masjid di wilayah itu setelah gencatan senjata diberlakukan.
Lima belas menit kemudian, suara dan cahaya kembang api perayaan menghiasi langit dan jalanan gelap di Gaza. Bendera-bendera Palestina pun berkibar di berbagai penjuru. Para pemimpin Hamas menyambut gembira perjanjian tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Mesir.
Menlu AS Hillary Clinton pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Mesir Mohamed Mursi untuk hasil mediasi yang menggembirakan ini.(Reuters/Wrt3)
"Kami gembira dan lega bahwa mereka telah mencapai gencatan senjata ini," kata Ban kepada wartawan, Rabu (21/11), setelah bertemu dengan Raja Abdullah II di Yordania.
"Masih ada banyak detil yang harus dipadatkan agar gencatan senjata tahan lama. Saya berharap mereka akan menyelesaikan rincian ini secepat mungkin," tambahnya.
Ki-moon juga menyerukan lebih banyak upaya untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang macet antara Israel-Palestina.
Hal senada juga diserukan Raja Abdullah II. Namun, pemimpin Yordania itu lebih menyerukan agar masyarakat dunia uapayakn terus perdamaian antara Israel-Palestina.
"Dukungan internasional diperlukan untuk membantu mempertahankan gencatan senjata," kata Abdullah.
Kamis (22/11/2012), Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr mengatakan mediasi telah menghasilkan kesepakatan gencatan senjata untuk mengembalikan ketenangan dan pertumpahan darah.
Gencatan senjata akan memberikan waktu kepada 1,7 juta warga Gaza untuk terbebas dari serangan udara yang ganas.
"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" takbir terus berkumandang dari pengeras suara masjid-masjid di wilayah itu setelah gencatan senjata diberlakukan.
Lima belas menit kemudian, suara dan cahaya kembang api perayaan menghiasi langit dan jalanan gelap di Gaza. Bendera-bendera Palestina pun berkibar di berbagai penjuru. Para pemimpin Hamas menyambut gembira perjanjian tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Mesir.
Menlu AS Hillary Clinton pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Mesir Mohamed Mursi untuk hasil mediasi yang menggembirakan ini.(Reuters/Wrt3)
