Satelit9.com,Gresik-Memasuki hari keempat, semburan gas bercampur lumpur yang berada di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng Gresik masih terus mengalir. Bahkan, luberan gas bercampur lumpur itu sudah melewati pagar pembatas yang berdekatan dengan titik lokasi semburan.
Sebelumnya, petugas polisi dan TNI membuat pagar pembatas dari bambu agar masyarakat setempat tidak mendekat di lokasi. Berdasarkan pantauan Satelit9.com, luberan lumpur yang semula menggenangi breadth tanah desa hingga berjarak 100 meter. Tapi saat ini, sudah lebih dari angka tersebut karena semburannya terus mengalir.
"Kandungan gas metan yang berada di titik semburan lumpur terus meningkat dari semula 27 menjadi 36 persen low atomic absolute atau LEL," kata Teknisi dari Joint Operating Body (JOB) Petrochina East Java, Misbach kepada wartawan, Jumat malam(16/11/2012).
Menurut Misbach, dengan meningkatnya kandungan LEL dianggap cukup membahayakan, karena gas metan mudah terbakar jika akumulasinya terus membesar. Selain itu, bisa saja terjadi ledakan kalau tidak segera diantisipasi.
Menanggapi terus melubernya gas bercampur lumpur, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menuturkan, pihaknya bakal melebarkan jalan raya Metatu. Langkah ini diambil agar kendaraan besar dari Petrochina East Java maupun PT Pertamina bisa leluasa saat akan melakukan survei.
"Nantinya ada pelebaran jalan untuk memudahkan mobilitas kendaraan besar yang melakukan survei," paparnya.
Sementara itu, terkait dengan kejadian ini Pemkab Gresik sudah membuat tanggul dengan ambit 100 beat lebih dari titik semburan. Langkah ini diambil agar breadth lahan yang berdekatan tidak terkena luberan gas bercampur lumpur.
"Tanggul sengaja kami buat supaya luberannya tidak naik ke lahan sebelah," tutur Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Hari Soetjipto.
Selain melarang warga mendekat, di breadth titik semburan gas juga dipasang tulisan dilarang merokok di tiap sudut jalan setapak yang menuju lokasi. (sbk)
