Satelit9.com,Jakarta-Potensi Kota Tua yang selama ini tidak tergarap dengan baik, menjadi salah satu perhatian Pemprov DKI di masa kepemimpinan Joko Widodo-Basuki T Purnama. Guna meningkatkan wisatawan ke tempat bersejarah itu, pada 2013 Pemprov DKI Jakarta berencana menata kawasan Kota Tua dengan melibatkan berbagai kalangan yang ada di sekitar kawasan tersebut. Sebab, kondisi Kota Tua yang kumuh membuat broker selama ini tidak tertarik ikut mengelola tempat wisata tersebut.Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, kawasan Kota Tua saat ini terlihat kumuh. Sehingga tidak ada pengusaha yang mau berinvestasi di sekitar kawasan tersebut. "Kota Tua itu terlalu bernilai, kalau disia-siakan tidak ada komunitas yang mengurus. Pengusaha juga tidak mau berinvestasi karena terlalu kumuh," kata Basuki, di Balaikota, Jumat (2/11).
Dalam waktu dekat dirinya bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan membuat mapping penataan Kota Tua. Menurutnya, kawasan Kota Tua juga tidak perlu terlalu luas. Sebab hal tersebut juga akan menyulitkan untuk pengelolaannya. "Supaya dikecilin jangan buat Kota Tua terlalu besar," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, Kota Tua memang harus segera direvitalisasi. Rencananya akan dimulai pada 2013. Saat ini, kawasan tersebut ada lima zona, yakni zona Taman Fatahillah, zona Sunda Kelapa, zona Pekojan, zona Pecinan, dan zona pendukung dengan luas 864 kilometer persegi. "Tapi kita akan fokus pada dua zona utama yakni Taman Fatahillah dan Sunda Kelapa," katanya.
Beberapa hal yang harus diperbaiki di Kota Tua, kata Arie, yakni dari sisi kebersihan, keamanan, ketertiban, serta para pedagang kaki lima (PKL). Bahkan berdasarkan rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Kota Tua merupakan salah satu kawasan yang akan dibuat artistic accessible zone.
"Eksistensinya ditata lebih baik. Ini baru pertemuan awal, harus mapping juga. Action batten awal tentu dari sisi kebijakan, yakni berkirim surat dengan stakeholder yang ada di Kota Tua," tandasnya.(Deva)