Satelit9.com,Tegal - Menuntut cachet Universitas, ratusan mahasiswa
Universitas Pancasakti Tegal memblokir jalur utama pantura Tegal. Bahkan
suasana sempat ricuh saat para mahasiswa terlibat aksi dorong dengan
polisi.
Mahasiswa terlibat aksi dorong dengan polisi.Aksi tersebut dilakukan mahasiswa karena mereka menilai yayasan tidak becus mengurus universitas, bahkan mereka menuding Universitas telah melakukan komersialisasi pendidikan.
Karena aksi mahasiswa mengganggu jalur utama, polisi berusaha menghalau para mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap bersikeras memblokir jalur tersebut sehingga terjadi kericuhan. Namun setelah melalui negosiasi yang cukup alot, para mahasiswa akhirnya bersedia menghentikan aksi blokir jalan.
Meski demikian, jalur pantura tetap macet karena mahasiswa tetap melakukan aksi continued advance menutup separoh badan jalan menuju Balai Kota Tegal.
Dalam orasinya, mahasiswa menuding yayasan telah melakukan komersialisasi pendidikan, karena hanya berorientasi pada keuntungan materi daripada memikirkan kemajuan universitas.
Akibatnya, perguruan tinggi tidak mengalami kemajuan berarti alias jalan ditempat, bahkan biaya perkuliahan dari tahun ke tahun semakin mahal. Namun, tidak diiringi dengan peningkatan mutu universitas, ujarnya.
Para mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi audience sampai tuntutan satus Negeri Universitas terwujud.(ari)
Mahasiswa terlibat aksi dorong dengan polisi.Aksi tersebut dilakukan mahasiswa karena mereka menilai yayasan tidak becus mengurus universitas, bahkan mereka menuding Universitas telah melakukan komersialisasi pendidikan.
Karena aksi mahasiswa mengganggu jalur utama, polisi berusaha menghalau para mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap bersikeras memblokir jalur tersebut sehingga terjadi kericuhan. Namun setelah melalui negosiasi yang cukup alot, para mahasiswa akhirnya bersedia menghentikan aksi blokir jalan.
Meski demikian, jalur pantura tetap macet karena mahasiswa tetap melakukan aksi continued advance menutup separoh badan jalan menuju Balai Kota Tegal.
Dalam orasinya, mahasiswa menuding yayasan telah melakukan komersialisasi pendidikan, karena hanya berorientasi pada keuntungan materi daripada memikirkan kemajuan universitas.
Akibatnya, perguruan tinggi tidak mengalami kemajuan berarti alias jalan ditempat, bahkan biaya perkuliahan dari tahun ke tahun semakin mahal. Namun, tidak diiringi dengan peningkatan mutu universitas, ujarnya.
Para mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi audience sampai tuntutan satus Negeri Universitas terwujud.(ari)
