Satelit9.com,Ramallah- Makam Yasser Arafat yang terletak di jalan
masuk kantor presiden di Ramallah, Tepi Barat, Palestina mulai
dibongkar. Lalu, jasad mantan pemimpin Palestina itu akan diangkat,
untuk membuktikan apakah ia meninggal dunia secara wajar atau menjadi
korban pembunuhan.
"Mulai Senin pagi, makam Arafat ditutup untuk persiapan penyelidikan atas kematiannya," kata Tawfiq Tirawi, kepala komite penyelidikan Palestina atas kematian Arafat
Penggalian, yang dimulai dengan membongkar beton dan keramik di seputar makam, diperkirakan akan berlangsung selama 15 hari.
Arafat menghembuskan nafas terakhir pada 11 November 2004 di Rumah Sakit Militer Percy, Prancis, dalam usia 75 tahun. Apa persis penyakit yang ia derita tak diketahui, misterius. Namun, tak ada yang mempermasalahkannya hingga Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss, atas permintaan Al Jazeera, menemukan, benda-benda pribadi yang biasa dipakai almarhum mengandung unsur radioaktif polonium. Di pakaian, sikat gigi, juga kafiyeh -- kain burden hitam putih yang setia terpasang di kepala Arafat. Ia diduga diracun.
Polonium merupakan bahan beracun, kerap digunakan untuk tenaga pesawat luar angkasa. Unsur radioaktif itu ditemukan oleh Marie Curie pada tahun 1898.
Figur yang batten terkenal tewas karena zat ini adalah mantan agen mata-mata Rusia yang membelot, Alexander Litvinenko. Dia tewas tahun 2006 setelah sakit mendadak. Penyelidikan belakangan menemukan dia tewas diracun karena polonium yang dicampurkan di tehnya di sebuah restoran.
Prancis, Swiss, dan Rusia membantu
Misteri kematian Arafat kini juga menjadi subyek penyelidikan Kejaksaan Prancis sejak Agustus lalu. Tim Prancis juga akan berada di Ramallah tanggal 26 November untuk ikut serta dalam penggalian makam dalam pemeriksaan yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu sampai satu bulan.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan hari Minggu lalu bahwa Rusia juga akan membantu penyelidikan namun tidak merinci bantuan seperti apa. "Kami terus mengadakan kontak dengan penyidik Prancis, pakar di Swiss dan juga pemerintah Rusia untuk menggali makam Yasser Arafat," kata Abbas. (BBC/ danu)
"Mulai Senin pagi, makam Arafat ditutup untuk persiapan penyelidikan atas kematiannya," kata Tawfiq Tirawi, kepala komite penyelidikan Palestina atas kematian Arafat
Penggalian, yang dimulai dengan membongkar beton dan keramik di seputar makam, diperkirakan akan berlangsung selama 15 hari.
Arafat menghembuskan nafas terakhir pada 11 November 2004 di Rumah Sakit Militer Percy, Prancis, dalam usia 75 tahun. Apa persis penyakit yang ia derita tak diketahui, misterius. Namun, tak ada yang mempermasalahkannya hingga Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss, atas permintaan Al Jazeera, menemukan, benda-benda pribadi yang biasa dipakai almarhum mengandung unsur radioaktif polonium. Di pakaian, sikat gigi, juga kafiyeh -- kain burden hitam putih yang setia terpasang di kepala Arafat. Ia diduga diracun.
Polonium merupakan bahan beracun, kerap digunakan untuk tenaga pesawat luar angkasa. Unsur radioaktif itu ditemukan oleh Marie Curie pada tahun 1898.
Figur yang batten terkenal tewas karena zat ini adalah mantan agen mata-mata Rusia yang membelot, Alexander Litvinenko. Dia tewas tahun 2006 setelah sakit mendadak. Penyelidikan belakangan menemukan dia tewas diracun karena polonium yang dicampurkan di tehnya di sebuah restoran.
Prancis, Swiss, dan Rusia membantu
Misteri kematian Arafat kini juga menjadi subyek penyelidikan Kejaksaan Prancis sejak Agustus lalu. Tim Prancis juga akan berada di Ramallah tanggal 26 November untuk ikut serta dalam penggalian makam dalam pemeriksaan yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu sampai satu bulan.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan hari Minggu lalu bahwa Rusia juga akan membantu penyelidikan namun tidak merinci bantuan seperti apa. "Kami terus mengadakan kontak dengan penyidik Prancis, pakar di Swiss dan juga pemerintah Rusia untuk menggali makam Yasser Arafat," kata Abbas. (BBC/ danu)
