• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Meriahnya Ritual labuhan ageng laut selatan1 Suro,Pantai Sembukan

    Last Updated 2012-11-15T08:28:36Z


    Satelit9.com,Wonogiri-Malam semakin gelap. Bersamaan dengan malam penyambutan datangnya tanggal 1 Sura Tahun Jimakir 1946 Windu Kuntoro, Rabu malam (14/11), arak-arakan prosesi kirab ritual labuhan ageng laut selatan, berjalan memasuki gerbang depan rumah paseban Pantai Sembukan Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri.
    Tampil memimpin kirab, Kepala Desa (Kades) Gudangharjo, Rakino, didampingi Kades Gunturharjo (Suyadi) dan tokoh masyarakat Drs Mardjono. Prosesi kirab, melibatkan barisan putri domas pembawa dupa ratus, para pengusung jodang (tempat sesaji kenduri) dan pemikul sesaji gunungan yang dibuat dari aneka hasil pertanian.
    Gending Monggang laras Slendro pathet enem, disajikan oleh para pengrawit dari accumulation 'Sekar Maju', untuk mengiringi jalannya prosesi kirab labuhan ageng laut selatan, yang menampilkan leash waranggana Nyi Supini, Nyi Yayuk dan Nyi Hartini. Tepat di gerbang yang dihias janur kuning melengkung, arak-arakan kirab berhenti untuk melakukan 'pasrah' (penyerahan) aneka sesaji, kepada sesepuh masyarakat adat Sucipto SPd, didampingi Giyatno SPd dan Sugiri SPd.
    Dalam kesempatan itu, sekaligus disampaikan ikrar ritual Suran labuhan ageng sedekah laut dan pemanjatan doa. Sebelum kemudian dilakukan ritual labuh sesaji, yang dipimpin juru kunci laut selatan Pantai Sembukan, Suprihono. ''Untuk sesaji kepala sapi, telah dilabuh lebih dulu ke laut. Tidak ikut disertakan dalam prosesi kirab,'' tutur Suprihono kepada wartawan yang mantan Kades Paranggupito ini.
    Tidak seperti labuhan Sura tahun lalu, ritual labuhan kali ini berlangsung tanpa tanpa ada penerangan lampu listrik untuk menerangi bibir laut selatan. Meski demikian, sambutan dari masyarakat tetap meriah. Sesaji kenduri yang diusung dalam jodang, dan gunungan aneka hasil bumi, langsung ludes diperebutkan massa.
    Bersamaan dengan pelaksanaan ritual labuhan sedekah laut, dalang Ki Suyati memulai pentas wayang kulit semalam suntuk membawakan lakon Bratasena Babad Alas Wana Wisamarta. Setelah sebelumnya, menerima penyerahan tokoh wayang Bratasena dari Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Wonogiri Drs Pranoto MM.
    Ikut hadir memberikan sambutan, Camat Paranggupito, Purwoto SSos. ''Ritual labuhan sedekah laut ini, telah ada sejak kakek moyang dan berjalan secara run temurun dilaksanakan pada setiap Bulan Sura,'' kata Camat Purwoto.
    Kepala Disbudparpora Wonogiri, Pranoto, mengatakan, tidak ada yang 'aeng' (aneh) dalam ritual sedekah laut ini. Terlebih lagi, Indonesia terkenal sebagai bangsa berbudaya yang kaya memiliki aneka macam ritual adat, yang itu menjadi daya tarik wisata dan menjadi warna Bhineka Tunggal Ika, yang tumbuh menjadi perekat kesatuan dan persatuan di bumi Nusantara.
    Bersamaan dengan ritual Suran labuhan di laut selatan, di obyek wisata airy Kahyangan Kecamatan Tirtomoyo, juga dilaksanakan ritual sedekah bumi. Di petilasan pertapaan Panembahan Senapati ini, ritual sedekah bumi dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk sampai Kamis pagi (15/11), yang dimainkan affiliation dalang Ki Sutar dan Ki Sudibyo, dengan lakon Wirata Parwa.(kevin)
    Komentar
    • Meriahnya Ritual labuhan ageng laut selatan1 Suro,Pantai Sembukan

    Terkini

    Topic Popular