Satelit9.com,Jakarta- Direktur Eksekutif Indonesia Centre for
Democracy, Diplomacy, and Defence (IC3D) Teuku Rezasyah mengatakan
penangguhan penahanan tiga oknum polisi Malaysia, pemerkosa tenaga kerja
Indonesia (TKI) adalah tindakan tidak etis.
Ia menambahkan pihak berwajib di Malaysia kurang sensitif terhadap masyarakat Indonesia yang mungkin tidak mengerti arti bebas dengan jaminan.
Menurutnya, pemerintah Malaysia harusnya memberikan penjelasan tentang artinya penangguhan penahanan. Bahwa bebas dengan jaminan tidak menghilangkan barang bukti, mensyaratkan para tersangka untuk tidak bepergian jauh, juga tidak menghentikan proses penyelidikan.
"Karena tidak dijelaskan dan kurang komunikasi, maka ada ketidaksepahaman," kata Reza di Jakarta, Ahad (18/11).
Reza menambahkan pemerintah Indonesia tidak bisa mendesak lebih lanjut saat menghadapi hukum di negara tetangga itu. Indonesia, lanjutnya, hanya bisa menunggu proses hukum yang berlangsung, Reza mengakui bahwa, ini adalah ranah hukum Malaysia, bukan perkara (pemerintah) lembek," kata Reza. (RZY)
Ia menambahkan pihak berwajib di Malaysia kurang sensitif terhadap masyarakat Indonesia yang mungkin tidak mengerti arti bebas dengan jaminan.
Menurutnya, pemerintah Malaysia harusnya memberikan penjelasan tentang artinya penangguhan penahanan. Bahwa bebas dengan jaminan tidak menghilangkan barang bukti, mensyaratkan para tersangka untuk tidak bepergian jauh, juga tidak menghentikan proses penyelidikan.
"Karena tidak dijelaskan dan kurang komunikasi, maka ada ketidaksepahaman," kata Reza di Jakarta, Ahad (18/11).
Reza menambahkan pemerintah Indonesia tidak bisa mendesak lebih lanjut saat menghadapi hukum di negara tetangga itu. Indonesia, lanjutnya, hanya bisa menunggu proses hukum yang berlangsung, Reza mengakui bahwa, ini adalah ranah hukum Malaysia, bukan perkara (pemerintah) lembek," kata Reza. (RZY)
