Satelit9.com,Bogor- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius
Jonan mengatakan, PT Kereta Api akan melakukan tiga langkah terkait
longsor jalur kereta di Stasiun Cilebut - Bojong Gede, Bogor, Jawa
Barat. Hal itu dikatakan Jonan kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis
(22/11) siang.
Tiga langkah itu, pertama, mengembalikan ketinggian tanah untuk dibangun lagi bantalan rel. Kedua, membangun aliran kavaleri untuk menyalurkan air. Terakhir, membangun lempengan penahan atau semacam turap.
"Mungkin ini agak lama, tapi tak masalah. Diperkirakan sekitar 21 hari," ujar Jonan. Perbaikan jalur diperkirakan memakan waktu 10-14 hari. Sedangkan pembuatan turap memerlukan waktu 21 hari. "Mudah-mudahan dalam dua minggu jalur sudah bisa dilalui," kata Jonan.
Longsor terjadi di jalur kereta Stasiun Cilebut - Stasiun Bojong Gede, kemarin sore. Jalan yang amblas sekitar 200 meter. Akibat longsor itu, terdapat jalur rel kereta api yang menggantung sepanjang 75 meter. Rel tidak dapat dilalui kereta. Tiga tiang beton listrik aliran atas juga ikut terseret longsor. Perjalanan kereta dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya dilakukan di Stasiun Bojong Gede.(cool)
Tiga langkah itu, pertama, mengembalikan ketinggian tanah untuk dibangun lagi bantalan rel. Kedua, membangun aliran kavaleri untuk menyalurkan air. Terakhir, membangun lempengan penahan atau semacam turap.
"Mungkin ini agak lama, tapi tak masalah. Diperkirakan sekitar 21 hari," ujar Jonan. Perbaikan jalur diperkirakan memakan waktu 10-14 hari. Sedangkan pembuatan turap memerlukan waktu 21 hari. "Mudah-mudahan dalam dua minggu jalur sudah bisa dilalui," kata Jonan.
Longsor terjadi di jalur kereta Stasiun Cilebut - Stasiun Bojong Gede, kemarin sore. Jalan yang amblas sekitar 200 meter. Akibat longsor itu, terdapat jalur rel kereta api yang menggantung sepanjang 75 meter. Rel tidak dapat dilalui kereta. Tiga tiang beton listrik aliran atas juga ikut terseret longsor. Perjalanan kereta dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya dilakukan di Stasiun Bojong Gede.(cool)
