Satelit9.com,Palembang- Warga yang bermukim di sekitar lokasi
kebocoran pipa minyak mentah milik PT Pertamina di Palembang, Sumatera
Selatan, mulai mengalami gangguan kesehatan.
Kebakaran akibat kebocoran pipa minyak Pertamina
Gangguan kesehatan dirasakan warga yang bermukim di Rt 48, Rw 05, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, Sumsel.
Menurut warga setempat, Sundoko, sehari pasca bocornya pipa minya mentah milik PT Pertamina, banyak warga yang mengeluh mengalami mual dan mengalami sakit kepala, Selasa (2011/12).
"Sudah banyak yang mengeluh sakit, saya sejak semalam sudah pusing dan mual," kata Sundoko.
Sundoko menjelaskan, gangguan kesehatan yang dialami warga itu disebabkan oleh udara di sekitar pemukiman warga yang telah tercemar oleh uap dari tumpahan minyak mentah. "Yang kita hirup cuma bau minyak dan itu cukup membuat kita sesak saat bernafas," kata Sundoko.
Bau menyengat minyak mentah sudah dapat tercium dari jarak ratusan beat mendekati kolam penampungan minyak mentah yang berada di dekat pemukiman warga.
Kolam penampungan itu bukanlah milik Pertamina, namun hanya lokasi rawa-rawa yang selama ini dijadikan sebagai lokasi penampungan pembuangan air dari pemukiman warga.
Rawa-rawa itu digenangi minyak mentah setelah pipa penyalur minyak mentah milik PT Pertamina mengalami kebocoran. Genangan minyak mentah yang menggenangi rawa-rawa, Senin (19/11/12) sempat terbakar akibat tersulut api dari lokasi pembakaran sampah
Pihak Pertamina mengaku telah mendapatkan laporan tentang gangguan kesehatan yang diderita warga dan berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.
"Kami telah mengetahui adanya warga yang mengeluh mual dan pusing, dan akan segera di tindak lanjuti," kata Rahman Thalib, Humas PT Elnusa cabang Sumatera Selatan.
Rahman meminta warga untuk bersabar, karena proses pembersihan tumpahan minyak mentah tengah berlangsung. "Kita sudah menerjunkan petugas untuk membersihkan tumpahan minyak," kata Rahman.(deva)
Kebakaran akibat kebocoran pipa minyak Pertamina
Gangguan kesehatan dirasakan warga yang bermukim di Rt 48, Rw 05, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, Sumsel.
Menurut warga setempat, Sundoko, sehari pasca bocornya pipa minya mentah milik PT Pertamina, banyak warga yang mengeluh mengalami mual dan mengalami sakit kepala, Selasa (2011/12).
"Sudah banyak yang mengeluh sakit, saya sejak semalam sudah pusing dan mual," kata Sundoko.
Sundoko menjelaskan, gangguan kesehatan yang dialami warga itu disebabkan oleh udara di sekitar pemukiman warga yang telah tercemar oleh uap dari tumpahan minyak mentah. "Yang kita hirup cuma bau minyak dan itu cukup membuat kita sesak saat bernafas," kata Sundoko.
Bau menyengat minyak mentah sudah dapat tercium dari jarak ratusan beat mendekati kolam penampungan minyak mentah yang berada di dekat pemukiman warga.
Kolam penampungan itu bukanlah milik Pertamina, namun hanya lokasi rawa-rawa yang selama ini dijadikan sebagai lokasi penampungan pembuangan air dari pemukiman warga.
Rawa-rawa itu digenangi minyak mentah setelah pipa penyalur minyak mentah milik PT Pertamina mengalami kebocoran. Genangan minyak mentah yang menggenangi rawa-rawa, Senin (19/11/12) sempat terbakar akibat tersulut api dari lokasi pembakaran sampah
Pihak Pertamina mengaku telah mendapatkan laporan tentang gangguan kesehatan yang diderita warga dan berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.
"Kami telah mengetahui adanya warga yang mengeluh mual dan pusing, dan akan segera di tindak lanjuti," kata Rahman Thalib, Humas PT Elnusa cabang Sumatera Selatan.
Rahman meminta warga untuk bersabar, karena proses pembersihan tumpahan minyak mentah tengah berlangsung. "Kita sudah menerjunkan petugas untuk membersihkan tumpahan minyak," kata Rahman.(deva)
