Satelit9.com,Semarang-Polda Jawa Tengah melakukan seleksi calon
penyidik Tindak Pidana Korupsi( Tipikor) tahap I, di aula gedung
borobudur Polda Jawa Tengah Selasa (20/11). Setidaknya 100 anggota
kepolisian dari 33 Polres se Jawa Tengah ikut dalam seleksi
tersebut.Nantinya, dari hasil seleksi tersebut, para penyidik akan
menjadi penyidik Tipikor di Direktorat reserse dan Kriminal
Khusus(Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Tim penyeleksi tersebut berasal
dari Polda Jateng, dan diselenggarakan oleh pihak SDM Polda Jateng.
Tes meliputi, tes fisik, psikolog, materi tindak pidana korupsi sendiri, dan masih banyak lagi yang berkaitan langsung dengan proses penyidikan kasus korupsi.
Maksud dan tujuan diadakan penyeleksian ini adalah untuk meningkatkan profesional penyidik Polri, dan mencari bibit Polri yang unggul dan bersih,ata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djihartono di Mapolda Jawa Tengah, Selasa(20/11).
Polda Jawa tengah menganggap bahwa seleksi ini merupakan hal yang sangat luar biasa, untuk menentukan kebersihan dalam penyelidikan.
Karena kegiatan ini sangat luar biasa, maka harus diseleksi secara profesional tambahnya.
Tim penyeleksi dari Polda Jawa Tengah, dan yang menyelenggarakan adalah Sumber Daya Manusia( SDM) Polda Jawa Tengah. Dalam proses penyeleksian sendiri akan berlangsung selama satu minggu,tandasnya.
Mengatakan, kasus tindak pidana korupsi adalah kasus yang luar biasa, sehingga dibutuhkan penyidik yang luar biasa pula.
Disinggu terkaitkan dengan wacana secara nasional dari anggota dewan yang mengusulkan agar gaji penyidik disamakan dengan KPK, maka untuk menyamakan harus profesional, kalau tidak profesional kerjanya ya sayang, akan terbuang, karena gajinya besar.
Jadi kesetaraan antara penyidik polri dan penyidik dari KPK harus dilakukan, untuk membentuk penyidik yang profesional Tambahnya.
Dan dalam penyeleksian ini meliputi tes fisik, psikolog, materi tindak pidana korupsi sendiri, dan masih banyak lagi,tambahnya(danu)
Tes meliputi, tes fisik, psikolog, materi tindak pidana korupsi sendiri, dan masih banyak lagi yang berkaitan langsung dengan proses penyidikan kasus korupsi.
Maksud dan tujuan diadakan penyeleksian ini adalah untuk meningkatkan profesional penyidik Polri, dan mencari bibit Polri yang unggul dan bersih,ata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djihartono di Mapolda Jawa Tengah, Selasa(20/11).
Polda Jawa tengah menganggap bahwa seleksi ini merupakan hal yang sangat luar biasa, untuk menentukan kebersihan dalam penyelidikan.
Karena kegiatan ini sangat luar biasa, maka harus diseleksi secara profesional tambahnya.
Tim penyeleksi dari Polda Jawa Tengah, dan yang menyelenggarakan adalah Sumber Daya Manusia( SDM) Polda Jawa Tengah. Dalam proses penyeleksian sendiri akan berlangsung selama satu minggu,tandasnya.
Mengatakan, kasus tindak pidana korupsi adalah kasus yang luar biasa, sehingga dibutuhkan penyidik yang luar biasa pula.
Disinggu terkaitkan dengan wacana secara nasional dari anggota dewan yang mengusulkan agar gaji penyidik disamakan dengan KPK, maka untuk menyamakan harus profesional, kalau tidak profesional kerjanya ya sayang, akan terbuang, karena gajinya besar.
Jadi kesetaraan antara penyidik polri dan penyidik dari KPK harus dilakukan, untuk membentuk penyidik yang profesional Tambahnya.
Dan dalam penyeleksian ini meliputi tes fisik, psikolog, materi tindak pidana korupsi sendiri, dan masih banyak lagi,tambahnya(danu)
