Satelit9.com,Nusa Dua- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka
pertemuan demokrasi terbesar se-Asia Pasifik, Bali Democracy Forum, di
Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11) pagi. Dalam sambutannya, Presiden
menegaskan demokrasi sebagai kunci penyelesaian berbagai konflik di
dunia.
Presiden mencontohkan konflik di Suriah. Menurutnya, penyelesaian konflik di Suriah seharusnya mendahulukan penegakan hak asasi manusia. Namun kedaulatan Suriah pun harus dihargai.
Kepala Negara juga menyentil masalah penistaan agama. Masalah itu akan menyulitkan pencapaian dunia yang berdemokrasi di sebuah negara.
Acara yang digelar untuk kelima kalinya itu dihadiri sebelas kepala negara dan pemerintahan. Beberapa di antaranya Perdana Menteri Julia Gillar, Raja Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, dan Presiden Republik Korea Lee-Myungbak. Hadir pula lebih seribu delegasi dari 83 negara di acara tersebut.
Bali Democracy Forum bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan dunia baru berlandaskan demokrasi. Di tahun 2012, penerapannya ditujukan pada peningkatan keamanan internasional, hak asasi manusia, dan pembangunan sosial ekonomi.(Rafki Hidayat/Teuku A Jabar/RRN