Satelit9.com,Jakarta-Aksi tak terpuji dan anarkis dilakukan ratusan
siswa SMK yang membajak PPD 54 jurusan Grogol-Depok di Jl Raya Lenteng
Agung, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Rabu (21/11) petang. Parahnya lagi,
selain membajak bus tersebut, para siswa SMK ini juga memukuli sopir
bus agar mau mengikuti keinginan mereka.
"Kita dihentikan di Halte UI. Para penumpang disuruh turun. Ada yang langsung naik ke atap dan bus dicorat-coret dengan tulisan Grafika," ujar Arifin Situmeang, sopir bus naas tersebut, Rabu (21/11).
Dikatakan Arifin, dirinya sempat dipukuli oleh para pelajar itu lantaran tidak mau menuruti keinginan mereka. "Saya jadi bingung antara melanjutkan perjalanan atau tidak. Tak absolutist kemudian ada yang turun dari motor langsung mencaci dan memukuli saya," keluh Arifin.
Kapolsek Pasarminggu, Kompol Adri Desas F mengatakan, jumlah siswa yang membajak bus tersebut sekitar 250 siswa. "Kejadiannya sekitar pukul 17.30. Para pelajar langsung menghentikan laju bus dan menyuruh penumpang turun serta menguasai bus," katanya.
Saat bus yang dikuasai pelajar itu melewati kolong flyover di Tanjungbarat menuju, polisi lalu lintas langsung menginformasikannya kepada kami. "Lalu, aparat kami menyergapnya di daerah Rawabambu, Poltangan, Pasarminggu," ucapnya.
Saat penyergapan dilakukan, kata Adri, sempat terjadi aksi saling kejar-kejaran antara polisi dengan para pelajar tersebut. Karena jumlahnya yang cukup banyak, para pelajar pun sempat mencoba melakukan perlawanan. Namun, setelah polisi memberikan tembakan peringatan, para pelajar itu pun langsung berlarian. "Dengan cepat mereka berlarian ke daerah Antam. Alhasil kami hanya sempat mengamankan dua pelajar yang kedapatan juga membawa senjata tajam," kata Adri.
Kedua pelajar itu, kemudian dibawa ke Polsek Pasarminggu untuk dimintai keterangan berikut barag bukti berupa sebilah pedang sepanjang satu beat dan satu assemblage sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernopol B 6594 STY. "Pelajar yang kita amankan berinisial AN (16) yang mengendarai sepeda motor yang merupakan pelajar SMK Grafika Tanjung Barat dan DM (16) yang bersekolah di SMK Grafika Lebakbulus yang membawa senjata tajam. Karena masih di bawah umur, keduanya kami kirim ke Assemblage Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Jaksel," tandasnya. (cool)