• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Tiga Tahun Terakhir Produksi Teh Jateng Kian Merosot

    Last Updated 2012-11-05T18:41:48Z

    Satelit9.com,Semarang-Produksi teh Jawa Tengah selama kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung terus menurun. Hal ini disebabkan karena harga teh dunia yang melemah. Harga teh Indonesia per kilogram hanya 3 dolar AS.
    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan, menurunnya produksi teh disebabkan karena menurunnya luas lahan kebun teh akibat konversi pemanfaatan lahan. Dari tiga perusahaan perkebunan teh di provinsi ini yakni PT Tambi Wonosobo, PTPN IX, dan PT Pagilaran, perkebunan teh terluas dimiliki oleh PTPN IX seluas 1.250 hektare, PT Pagilaran sekitar 927 hektare, dan PT Tambi 690 hektare-720 hektare.
    "Penyebab lainnya, pelaku industri teh juga tidak pernah bertambah. Harga teh fluktuatif, dan dalam kurun waktu lima tahun terakhir cenderung melemah. Baru di 2012 harga teh membaik," katanya, hari ini (5/11).
    Produksi teh terbesar di Jateng ada di PTPN IX. Pada 2007, produksi teh PTPN IX sebesar 2.195 ton, 2009 sebesar 1.940 ton, 2010 sebesar 2.100 ton, dan 2011 sebesar 2.213 ton. Produksi teh PT Tambi Wonosobo pada 2007 sebesar 1.969 ton, 2009 turun menjadi 1.710 ton, 2010 turun lagi 1.708 ton, dan 2011 naik 1.834 ton. Januari-September 2012, jumlah produksi teh PT Tambi baru mencapai 1.206 ton.
    Di PT Pagilaran yang memiliki tiga pabrik pengolah teh hitam yakni di Batang, Pekalongan, dan Banjarnegara, pada 2007 sama sekali tidak ada produksi. Produksi 2011 hanya 1.794 ton, turun dibandingkan 2010.
    "Bila dilihat abstracts produksi yang muncul, tidak ada peningkatan produksi. Penyebabnya adalah harga teh dunia yang melemah. Di PT Tambi, untuk penjualan 1.708 ton teh hanya senilai 19 juta dolar AS. Pada 2010 untuk penjualan 1.834 ton nilai penjualannya hanya 18,72 juta dolar AS," tuturnya.
    Menurut Ihwan, teh produksi Indonesia jarang masuk kelas premium, justru lebih sering masuk kelas ekonomi. Harga teh Indonesia per kilogram hanya 3 dolar AS, karena itulah pabrik teh tidak bisa berkembang. Padahal Indonesia adalah penghasil teh terbesar keenam di dunia. Selama ini teh kualitas terbaik di dunia dikuasai oleh India, China, dan Brazil.
    "Ekspor teh Jateng selama ini hanya ke Eropa dan Amerika Serikat. Nilai ekspor teh pada 2011 dari tiga perusahaan yakni PT Tambi Wonosobo, PTPN IX, dan PT Pagilaran sebesar 78 juta dolar AS. Tahun ini harga teh diprediksi lebih baik," kata dia.(TII)
    Komentar
    • Tiga Tahun Terakhir Produksi Teh Jateng Kian Merosot

    Terkini

    Topic Popular