Satelit9.com,Jakarta -Usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Edi
Siswadi mengaku ditanyakan seputar peristiwa penyuapan yang diduga terjadi di ruang kerja milik tersangka hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono.
"Saya ditanya bagaimana hubungan apakah tahu penyuapan itu," kata Edi Siswadi sebelum meninggalkan kantor KPK, Jakarta, dengan menggunakan mobil Kijang Inova Putih bernomor polisi D 1554 QJ, Kamis (28/3).
Tetapi, lanjut Edi, dirinya tidak tahu perihal peristiwa dugaan penyuapan yang terjadi pada Jumat (22/3) lalu.
Lebih lanjut, Edi mengaku bahwa dirinya mengenal hakim Setyabudi. Tetapi, hanya sebatas hubungan kedinasan dan tidak mengenal secara pribadi.
Pria yang maju sebagai Wali Kota Bandung periode 2013-2018 ini, memang kerap disebut-sebut terkait kasus Bansos Pemkot Bandung. Nama Edi dan Wali Kota Bandung Dada Rosada juga disebut dalam surat dakwaan perkara korupsi bansos tersebut. Sayangnya, nama tersebut menghilang dalam putusan hakim.
Peristiwa berawal dari tangkap tangan KPK pada dugaan korupsi penyelewengan dana bansos Jumat (22/3) siang. Ketika itu, KPK menangkap lima orang, yaitu hakim Setyabudi Tejocahyono, Asep Triana (AT) dari swasta, Herry Nurhayat (HT) dan (PPG) Pupung yang merupakan pegawai di Pemkot Bandung dan seorang petugas keamanan di PN Bandung.
Bersama penangkapan tersebut, juga ditemukan uang Rp 150 juta di ruangan kerja Setyabudi dan Rp 350 juta di mobil Asep.
Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan empat orang tersangka, pada Sabtu (23/3). Keempatnya adalah, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi, Herry Nurhayat, Asep Triana dan Toto Hutagalung.
Namun, hingga Rabu (27/3), KPK masih mencari keberadaan Toto Hutagalung.
Toto merupakan tokoh masyarakat Bandung yang memimpin organisasi masyarakat Gasibu Pajajaran dan disebut-sebut orang kepercayaan Dada Rosada untuk mengurus kasus Bansos di PN Bandung agar putusan para terdakwa rendah. Serta, agar kasus tersebut tidak menyentuh pihak lainnya.
Selain itu, Toto juga merupakan pemilik CV Jodam kerap dilibatkan oleh Dada untuk menjembatani dirinya dengan masyarakat Bandung