Satelit9.com,Jayapura: Tim investigasi Polda Papua telah meminta keterangan 21 orang saksi dalam kasus longsor di kawasan operasional Big Gossan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, yang menewaskan 28 karyawan.
Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar (Kombes) Gede Sumerta di Jayapura, Jumat (14/6), mengatakan selain memeriksa 21 saksi, tim yang dipimpin Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Bambang Priyambada itu juga sudah meminta keterangan dari ahli mineral dan batu bara.
Menurutnya, longsor yang menimpa para karyawan PT Freeport yang sedang mengikuti pelatihan itu terjadi pada 14 Mei, menyebabkan 28 orang tewas dan 10 karyawan lainnya selamat. "Kami masih akan terus memintai keterangan dari para saksi sehubungan kasus tersebut," kata Sumerta.
Menurutnya, tim investigasi itu dibentuk Polda Papua untuk memastikan apakah kejadian di kawasan tambang bawah tanah itu sebagai musibah, kelalaian, atau ada unsur kesengajaan.
Ketika ditanya sampai kapan tim akan bekerja, Kabid Humas Polda Papua menyatakan belum mengetahui pasti kapan investigasi selesai. (Ant)
Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar (Kombes) Gede Sumerta di Jayapura, Jumat (14/6), mengatakan selain memeriksa 21 saksi, tim yang dipimpin Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Bambang Priyambada itu juga sudah meminta keterangan dari ahli mineral dan batu bara.
Menurutnya, longsor yang menimpa para karyawan PT Freeport yang sedang mengikuti pelatihan itu terjadi pada 14 Mei, menyebabkan 28 orang tewas dan 10 karyawan lainnya selamat. "Kami masih akan terus memintai keterangan dari para saksi sehubungan kasus tersebut," kata Sumerta.
Menurutnya, tim investigasi itu dibentuk Polda Papua untuk memastikan apakah kejadian di kawasan tambang bawah tanah itu sebagai musibah, kelalaian, atau ada unsur kesengajaan.
Ketika ditanya sampai kapan tim akan bekerja, Kabid Humas Polda Papua menyatakan belum mengetahui pasti kapan investigasi selesai. (Ant)
