Satelit9.com,Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Penaikan itu diberlakukan dalam waktu dekat. Kebijakan ini tentu menuai protes dari sejumlah pihak.Namun, tidak sedikit pula yang mendukung kebijakan itu. Salah satunya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. Dia setuju harga BBM naik karena warga miskin tak membutuhkan banyak BBM.
"Kita setuju tidak ada subsidi BBM. Karena orang miskin itu tidak butuh BBM. Orang miskin itu hanya butuh jaminan harga sembako yang tidak naik, jaminan pendidikan dapat, jaminan
kesehatan dapat, jaminan perumahan dapat, jaminan tempat usaha," ujarnya di Balaikota Jakarta, Jumat (14/6).
Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan transportasi massal sebagai konsekuensi dukungan terhadap kebijakan kenaikan BBM. Ini pun membantu masyarakat untuk mengalihkan pikiran akan tingginya harga bahan sembako.
"BBM kita sediakan transportasi. Yang pnting transportasi massal yang harus murah, nyaman, aman dan terjangkau. Jadi tranportasi umum itu jangan melebihi 10 persen gaji," tutur dia.
Pria yang akrab dipanggil Ahok itu mengatakan subsidi BBM yang diberikan pemerintah tak tepat sasaran. Masyarakat miskin, sebagian besar ada di luar Jakarta. Jauhnya jarak dan sulitnya transportasi menyebabkan mereka harus membeli BBM dengan harga tinggi.
"Kasihan loh, beli bensin sampai Rp10.000, Rp20.000, dan tidak ada stok barang juga kan? Yang untung ya oknum-oknum yang lain," tukas mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI tersebut.