Satelit9.com Jakarta: Viandi selaku Kepala Bidang Ekonomi Pengurus Yayasan Wihara Ekayana, menuturkan bom tersebut dikendalikan melalui telepon genggam."Ya, bom ditaruh di bawah patung Whitho Pusha. Dikendalikan oleh HP," katanya kepada wartawan di lokasi, Senin (5/8/2013) dini hari.
Viandi bersyukur dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. "Biasanya hari libur pada pagi hari jamaah banyak, itu yang luka jemaah dari umat kita yang mau pulang cepat," ungkapnya.
Dirinya tidak mengira, bahwa ambition bom kali ini menimpa Wihara Ekayana. "Sebelumnya, tidak mendengar ada ancaman, dan kita tidak curiga soalnya warga bebas keluar masuk, kita tidak batasi dan tidak curiga," pungkasnya.
Sebelumnya, ledakan sebanyak dua kali yang diduga bom melanda Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi di Wihara Ekayana Jalan Mangga II/8 RT 08/08 Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013) sekira pukul 18.50 WIB.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, ledakan terjadi dua kali dipasang di tempat terpisah dan diduga berasal dari bom.
"Pertama, ledakan I di pintu masuk Kebaktian; Bom ditaruh di dalam tas tenteng plastik warna hijau diperkirakan seberat 3 Kilogram," katanya
.
"Kedua, pintu masuk kedalam terjadi ledakan yang isinya: handphone, serpihan besi, kabel dan batrey persegi," imbuhnya.
Selanjutnya barang tersebut dicelupkan kedalam air dan ditaruh dalam ember plastik warna kuning. Dalam ledakan tersebut terdapat banyak gotri.
Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk menindak lanjuti peristiwa ledakan tersebut.