Satelit9.com Jakarta: Dua hari gelaran Operasi Ketupat 2013 (data hingga Sabtu, 3/8), polisi sudah mencatat jatuhnya 72 korban tewas dari 323 insiden lalu-lintas. Sepeda motor menjadi kendaraan terbanyak yang teribat dalam kecelakaan itu. Yakni, 369 unit.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie di Jakarta, Minggu (4/8), merinci di hari kedua operasi ada 263 assemblage sepeda motor yang mengalami insiden lalu-lintas.
Sisanya, 48 mobil berpenumpang, 14 assemblage bus, 45 kendaraan pengangkut barang, dan sembilan kendaraan tak bermotor yang ikut serta dalam kecelakaan itu.
"Jumlah kecelakaan lalu lintasnya ada 224 kejadian, dengan 60 korban meninggal dunia, 71 orang luka berat, dan 260 luka ringan. Kerugian materil mencapai sekitar Rp500 juta," kata Ronny.
Ia melanjutkan, korban jatuh pada Sabtu (3/8), kebanyakan berasal dari kalangan pekerja swasta. Yaitu, 214 orang. Yang terbanyak kedua adalah pelajar/mahasiswa, sebanyak 59, dan pegawai negeri sipil (PNS) 20 orang.
Sementara itu, pelaku kecelakaan lalu lintasnya juga terbanyak berasal dari kaum pekerja swasta (123 orang), pelajar/mahasiswa 41 orang, dan sopir angkutan umum 19 orang.
"Pelaku pelanggaran lalu lintas juga terbanyak dari swasta, 3.406 orang, pelajar/mahasiswa 1.073 orang, dan pengemudi 612 orang," tambah Ronny.
Kasus kecelakaan di hari kedua operasi tersebut, menunjukkan grafik meningkat jika dibandingkan hari pertama operasi. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, sehari sebelumnya hanya ada 99 kasus kecelakaan. Berarti, ada penambahan 125 kasus, karena di hari kedua mencapai 224 insiden. Begitupula korban tewas yang bertambah 48 orang dari hari sebelumnya yang ada 12 korban meninggal.
Senada pula dengan jumlah kendaraan yang terlibat. Sepeda motor, katanya, sehari sebelumnya ada 106 assemblage yang terlibat kecelakaan, dan mobil penumpang 24, bus sebanyak lima unit, dan mobil barang 21 buah. Dengan demikian, dalam dua hari gelaran Operasi Ketupat 2013 ini sudah ada 369 sepeda motor yang terlibat kecelakaan.
"Makanya kami imbau jangan pakai sepeda motor (untuk mudik)," cetus Agus.
Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Brigjen Agung Budi Maryoto mengatakan, ada penurunan kuantitas kecelakaan jalan raya secara signifikan jika dibandingkan pada musim mudik tahun lalu.
Ia menjelaskan, pada hari pertama Operasi Ketupat 2012, sudah ada 329 kasus kecelakaan, 42 korban tewas, 57 korban luka berat, dan 295 korban luka ringan.
Untuk hari kedua operasi, tahun lalu kecelakaan mencapai angka 346 kasus, 64 korban meninggal, 81 luka berat, dan 311 luka ringan. "Hari pertama ada penurunan kecelakaan dari tahun sebelumnya sebanyak 70%. Untuk hari kedua, turun 35%," ujar Agung.
