Satelit9.com Jakarta -Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku berencana menutup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak memberikan keuntungan kepada Pemprov DKI Jakarta. Meski begitu, dirinya belum bisa memastikan waktu yang tepat untuk melakukan penutupan tersebut.
"Masih dalam proses, seperti Darma Jaya, kita baru menghitung semuanya," kata Jokowi, saat blusukan dan membagikan paket sembako di pemukiman padat penduduk Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (4/8).
Dikatakan Jokowi, Pemprov DKI juga memberikan sejumlah opsi di antaranya menyuntikkan dana agar BUMD tersebut berjalan baik sehingga mampu menyumbangkan keuntungan. "Kita punya kategori backbone saja BUMD yang layak disuntik dana atau ditutup. Atau opsi lain kita gabungkan dengan BUMD lainnya," katanya.
Jokowi mengaku, sejumlah BUMD yang tidak produktif disebabkan kinerja manajemen yang buruk. Mantan Walikota Solo ini menegaskan, penutupan BUMD akan memakan waktu absolutist mengingat ada sejumlah peraturan yang wajib dipenuhi terlebih dahulu. "Kendalanya banyak, ada pergub yang harus kita lalui dan dibutuhkan persetujuan dewan. Jadi, saya belum berani ngomong kapan," ungkapnya.
Ditambahkan Jokowi, kebijakan penutupan sejumlah BUMD yang tidak menguntungkan untuk memberikan pemasukan kepada Pemprov DKI Jakarta. "Kita tidak mungkin terus menyuntikkan dana tapi tidak memberikan kontribusi," tambahnya.
Sementara itu, dalam blusukan tersebut, Jokowi juga membagikan sembako kepada warga Muara Angke. Mengenakan pakaian kemeja putih dan celana hitam, Jokowi bersama kedua anaknya Kahiyang Ayu (22) dan Kaesang Pangarep (17) tiba di kampung nelayan Muara Angke sekitar pukul 11.30.
Sedikitnya 4.000 paket sembako berisi 2 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan sebotol sirup dibagi - bagikan kepada warga kurang mampu. Sejumlah warga juga mendapat amplop berisi uang tunai sebesar Rp 50 ribu yang diserahkan langsung Jokowi dan kedua anaknya. Setelah acara pembagian sembako berakhir, Jokowi kembali melanjutkan perjalanannya ke Rusun Marunda.