Satelit9.com,BANTUL-Puluhan wartawan melakukan ziarah di makam
wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) di Trirenggo
Kidul, Bantul, Sabtu (17/8). Udin, tewas dianiaya orang diduga karena
berita-berita yang ditulisnya. Kini kasusnya sudah 17 tahun berlalu
namun belum terungkap.
Dalam ziarah tersebut, para insan pers mengukuhkan Udin sebagai Pahlawan Pers. Dengan ini kami mengukuhkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai pahlawan pers,
tegas H Judiman perwakilan wartawan Bantul saat upacara di halaman makam.
Puluhan wartawan yang hadir dalam acara itu dengan serentak menyetujuinya. Mereka pun sempat meneriakkan Hidup Udin! Saya termasuk salah satu rekan almarhum Udin saat bertugas meliput di Bantul dulu. Dia adalah wartawan yang kritis,kata H Judiman wartawan Harian Kedaulatan Rakyat (KR).
Saat acara berlangsung hadir pula keluarga Udin dan istri Udin, Ny Marsiyem serta beberapa perwakilan elemen masyarakat Yogyakarta. Seusai upacara, perwakilan wartawan kemudian memberikan bendera merah putih sebagai lambang pengukuhan Udin sebagai pahlawan pers. Marsiyem dan keluarganya berharap kasus Udin bisa terungkap. Saat ini sudah 17 tahun lamanya kasus itu belum terungkap pelaku dan dalang utama pembunuhan itu. Saya hanya bisa mengucap terima kasih atas penghormatan ini,” kata Marsiyem.
Sekadar diketahui, Udin terbunuh di rumahnya di Jalan Parangtritis Desa Patalan, Kecamatan Jetis Bantul, pada tanggal 13 Agustus 1996 malam hari. Udin dianiaya orang tak dikenal dengan dipukul menggunakan benda mengenai kepala. Dia kemudian dirawat di RS Bethesda Yogyakarta hingga meninggal pada tanggal 16 Agustus 1996 sore. Jenazah Udin baru dimakamkan pada tanggal 17 Agustus 1996 di makam Dusun Trirenggo Kidul. Sampai saat ini kasus Udin belum terungkap dan tahun depan 2014 kasus Udin akan kadaluwarsa. Detik