• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Pramono Anung:Pers Kritisi Saja Anggota DPR yang menyimpang

    Last Updated 2012-05-06T20:24:19Z


    Satelit9.com,Jakarta-Wakil Ketua DPR RI  Pramono Anung Wibowo meminta pers untuk mengkritik dan menghantam anggota DPR yang menyimpang. Tetapi, dia mengingatkan untuk tidak menjatuhkan hukuman terhadap lembaga DPR atas perilaku anggotanya"Saya minta, kritiklah, hantamlah jika ada anggota DPR yang jahat. Anggota yang melakukan penyimpangan. Tapi, saya minta jangan lembaganya. Karena akan berakibat ketidakpercayaan masyarakat kepada DPR akan semakin hilang," kata Pramono.Senin(7/5)beberapa saat yang lalu
    Pram khawatir, jika ketidakpercayaan terhadap DPR semakin tinggi, akan berakibat kursi di  DPR akan semakin banyak diisi anggota yang tidak berkualitas. "Kalau  terlalu diolok-olok, nanti orang baik tidak akan mau masuk jadi anggota DPR. Saya sendiri tidak berkenan, kalau bukan penugasan (partai, Red), sudahlah mau cari apalagi," ujarnya.
    Pramono menilai, anggota DPR hasil Pemilu 2004 masih yang terbaik. Perubahan sistem dari proporsional tertutup ke sistem proporsional terbuka di Pemilu 2009 dinilai sebagai pemicu rendahnya mutu anggota DPR.
    "Ada satu contoh menyedihkan, seorang anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, dia pernah jadi Dirut salah satu BUMN, dia baik, tapi karena biaya saat kampanyenya habis hingga di atas Rp 2 miliar, kini utangnya masih Rp 1,4 M. Kalau dia lurus-lurus saja dengan mengandalkan gaji DPR yang sekitar Rp 40 juta, tidak akan cukup untuk menutupi utangnya. Untuk itu saya pikir, sistem yang dilakukan harus bertanggungjawab," tandasnya.
    Pramono memprediksi, di Pemilu 2014,  wajah DPR kemungkinan akan mengalami persoalan yang semakin kompleks. ”Para caleg akan berpikir, yang penting jadi dululah," tukasnya.
    Bahkan, Pramono yang tengah menjalani studi program S3 itu tengah menyusun disertasi tentang DPR. "Kesimpulannya DPR dianggap sebagai lembaga untuk mencari makan. Kepentingan ekonomi sangat mendominasi, baru kemudian disusul kepentingan politik, ideologi, dan demokrasi. Sedangkan, kepentingan terhadap masyarakat ada di nomor 5," pungkasnya.
    Sedangkan untuk konsep diri, lanjut Pramono, hampir sebagian anggota DPR pragmatis. "Sehingga ada korelasi dengan kepentingan ekonomi itu. Sedangkan biaya yang dihabiskan saat kampanye di Pemilu 2009-2014 mencapai Rp 2 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp 22 miliar," kata Pramono.(col/deva)
    Komentar
    • Pramono Anung:Pers Kritisi Saja Anggota DPR yang menyimpang

    Terkini

    Topic Popular