"Ini harus jadi cambuk bagi DPR untuk membenahi diri. Tidak boleh merasa kebakaran jenggot, harus diterima agar kita bisa memperbaiki DPR ke depan," ungkap anggota komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, Rabu, (6/6).
Menurutnya, dari beberapa kasus menunjukkan di DPR terjadi korupsi. Lebih-lebih DPR merupakan lembaga tanpa ada instansi yang mengontrol. "Kontrol terhadap DPR itu tidak ada. Siapa yang mengontrol DPR. Kontrol terhadap DPR itu harus diadakan kalau mau memperbaiki DPR," terangnya.
Dengan anggapan miring tersebut, DPR diharapkan dapat berkaca diri dan memperbaiki. Tentunya, lanjut Martin, perbaikan harus dimulai dari centralized tiap-tiap partai.
"Jadi itu harus dibenahi. Tidak bisa hanya sekedar mengharapkan ada keajaiban DPR berubah. Itu rasa-rasanya tidak mungkin kalau tidak dibenahi," pungkas Martin.(@cool)