Satelit9.com,Banjarmasin- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa pada Jumat 20 Juli 2012 serentak di seluruh Indonesia.
"Penetapan ini telah kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya, berdasarkan perhitungan Muhammadiyah," kata Din Syamsuddin usai meresmikan Masjid Al Jihad, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (19/6).
Menurut dia, berdasarkan pendekatan Muhammadiyah pada Kamis pagi ini sekitar pukul 11:00 WIB telah terjadi ijtimak, yaitu matahari, bulan dan bumi pada garis lurus atau yang disebut dengan konjungsi.
Dengan adanya konjungsi tersebut telah disepakati oleh hampir semua almanak atau kalender astronomi dan Muhammadiyah meyakini sebagai pertanda malam syakban segera berakhir.
"Jadi ijtimak konjungsi ini pertanda bulan absolutist akan berakhir dan bulan baru datang, insya Allah pada Kamis abscessed ketika matahari terbenam, bulan belum terbenam karena masih berada di atas wukuf sekitar 1,30 derajat," katanya.
Hal tersebut, lanjut Din, menunjukkan hilal telah datang, hal itulah yang menjadi keyakinan Muhammadiyah tentang datangnya Ramadan.
"Karena Jumat Ramadan, maka Kamis malam ini warga Muhammadiyah sudah melaksanakan salat tarawih," katanya.
Din mengatakan pemerintah malam ini akan melakukan hijab untuk memastikan datangnya bulan suci Ramadan. Dia berharap, kepada semua pihak agar bisa saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing,dan tetap menjadikan perbedaan sebagai ajang untuk mempererat persatuan dan kesatuan di antara umat Muslim.
Menurut dia, perbedaan puasa tidak perlu dipersoalkan dan dibesar-besarkan, karena tujuannya adalah sama, yaitu melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, perbedaan hanyalah soal keyakinan, dan hanya Tuhan yang Maha Tahu.(Ant/@cool)
