• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Pemilu 2014 ,Masyarakat Ingin Perubahan

    Last Updated 2012-07-18T22:21:50Z


    Satelit9.com,Jakarta- Masyarakat mengharapkan pada pemilu mendatang muncul sosok calon presiden (capres) yang mempunyai karakter kepemimpinan yang kuat untuk membawa perubahan.
    Demikian yang mengemuka dalam diskusi perayaan hari ulang tahun ke-1 Managing the Nation with Tantri Abeng, di Jakarta, Selasa (17/7) malam. Dialog dengan tema "Kepemimpinan dan Partai Politik" tersebut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Muhammad sebagai pembicara.
    Menurut Irman, pemimpin yang seharusnya terbentuk dalam demokrasi adalah pemimpin yang mampu mengonsolidasikan sumber daya untuk mencapai kekuasaan.
    Di samping itu pemimpin harus mempunyai seni memimpin dan juga mampu mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan bangsa untuk mewujudkan politik kesejahteraan.
    "Kalau melihat kondisi masyarakat belakangan ini, masyarakat cenderung menginginkan perubahan. Modal populer kini tidak cukup untuk bisa terpilih menjadi pemimpin. Pilkada DKI Jakarta pada 2012 bisa jadi salah satu acuan bahwa masyarakat menginginkan perubahan," tutur Irman.
    Terkait dengan peran partai politik dalam menghasilkan kepemimpinan, Irman mengatakan partai politik seharusnya memainkan peran penting dalam menghasilkan pemimpin bangsa. Namun, di era demokrasi seperti sekarang ini peluang bagi pihak-pihak di luar partai politik yang memiliki kompetensi untuk memimpin bangsa hendaklah dibuka pula.
    Awang Farouk mengatakan pemimpin seharusnya mempunyai kemampuan membangun hubungan dan koordinasi yang baik dengan yang dipimpin. Dalam konteks otonomi daerah, kata Awang, gubernur yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat harus dapat menjalin koordinasi yang baik dengan bupati-bupati serta bawahan-bawahannya. Dengan adanya kerja sama yang baik pemerintahan juga dapat berjalan dengan baik.
    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai bahwa Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berpeluang menjadi calon wakil presiden dari Partai Golkar pada Pemilihan Umum 2014 mendampingi Aburizal Bakrie.
    "Sultan telah absolutist menjadi kader Partai Golkar dan merupakan tokoh yang telah dikenal secara nasional. Sultan tentu memiliki potensi dan peluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie," katanya di Yogyakarta, Rabu.
    Menurut dia, Sultan memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang cukup baik karena cukup absolutist menjadi kader Golkar dan gubernur DIY.
    "Sultan pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar dan menjabat gubernur DIY selama beberapa periode. Sultan merupakan tokoh yang telah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia," kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.
    Namun demikian, kata dia, kepastian siapa cawapres yang akan mendampingi Aburizal Bakrie pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan ditentukan melalui suatu mekanisme. Selain itu, juga akan memperhatikan keinginan capres dari Partai Golkar Aburizal Bakrie.
    "Kita tunggu saja kepastian itu karena masih ada waktu panjang. Pada waktunya nanti pasti akan diketahui siapa yang akan menjadi pendamping Aburizal Bakrie dalam Pemilu 2014," katanya.
    Ia mengatakan cawapres pendamping Aburizal nanti apakah dari centralized Golkar atau partai lain harus melihat perolehan suara dalam pemilu legislatif 2014. Jika Golkar mampu meraih 35 persen suara dalam pemilu legislatif seperti yang ditargetkan Aburizal tentu akan lebih mudah untuk menentukan cawapres.
    "Oleh karena itu, kita lihat dulu perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif nanti. Jika mampu meraih 35 persen suara, maka pencapresan Aburizal semakin kuat dan Golkar semakin percaya diri mengusung cawapres dari centralized partai," katanya.
    Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) dan kader Muhammadiyah di daerah sudah bulat untuk mengusung ketua umumnya, Hatta Rajasa sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014. Namun sayangnya, Hatta sendiri belum memberi kepastian kesediaannya.
    "Kami sendiri belum mendapat jawaban dari Hatta, meskipun kader - kader Muhammadiyah daerah juga mempertanyakan keseriusan Pak Hatta nyapres," ujar Ketua Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edi dalam acara peluncuran buku "Hatta dan Kinerja" sekaligus diskusi terbuka "Menghitung Peluang Capres 2014" di Jakarta, Selasa (17/7).
    Merefleksi hasil penelitian beberapa lembaga survei, peneliti Habibie Centre, Bawono Kumoro mengingatkan PAN tentang elektoral Hatta yang masih jauh di bawah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
    Tjatur optimis elektoral Hatta terdongkrak sehingga mampu menandingi elektoral Megawati, Prabowo dan Aburizal Bakrie. PAN memiliki kekuatan mesin politik yang terletak pada ketokohan legislatif. "PAN itu beda dengan partai lain. PAN kuat karena ketokohan politisinya di legislatif yang mampu mendulang suara yang sangat besar. Jika ini berjalan, Makassar kami yakin elektoral Hatta bisa signifikan dalam dua tahun terakhir ini," optimisme Tjatur. (@eko) 
    Komentar
    • Pemilu 2014 ,Masyarakat Ingin Perubahan

    Terkini

    Topic Popular