Satelit9.com,Jember- Pemerintah belum mengumumkan hasil sidang isbat untuk Idul Fitri. Namun ribuan warga di perbatasan Jember - Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (18/8) pagi, sudah melaksanakan salat Idul Fitri. Menurut mereka, tradisi ini sudah dilakukan turun temurun sejak ratusan tahun silam, mengacu kepada para ulama di Pesantren Mafilud Dluror.Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbul, dan sejumlah desa sekitar di Jember dan Bondowoso, merayakan hari raya Idul Fitri mendahului ketetapan pemerintah. Pelaksanaan puasanyapun mereka mendahului keputusan pemerintah.
Pesantren Mafilud Dluror menggelar salat Ied bersama setelah menentukan hisab genap berpuasa selama 30 hari. Menurut Kiai Haji Ali Wafa, Pengasuh Ponpes Mafilud Dluror, pesantren berpegangan pada salah satu kitab kuno, yaitu kitab Najatul Majalis karangan Seych Abdurahman Assyafi’i yang dibuat pada tahun 1346 Masehi. Kitab tersebut menjelaskan bahwa awal Ramadan tahun lalu, lima hari kemudian menjadi awal Ramadan tahun ini.
Pelaksanaan salat Ied berjalan cukup khidmat, dan diakhiri dengan khotbah. Dalam sebagian khotbahnya diulas soal perbedaan salat Ied di kalangan umat Islam saat ini. Namun hal itu tidak dijadikan perpecahan di kalangan umat Islam karena perbedaan itu adalah rahmat dari Alloh.
Sejumlah polisi disiagakan di pintu masuk Ponpes untuk mengamankan jalannya salat Ied dan kelancaran arus lalu lintas.(sbk/DSY)