Satelit9.com,Berlin- Sebuah video amatir beredar di Youtube,
menayangkan kegiatan rombongan anggota dewan yang berkunjung ke
Deutsches Isntitut Fur Normung (DIN), Berlin, Jerman.
Para anggota dewan berkunjung ke Berlin untuk membuat Rancangan Undang-Undang Keinsinyuran. Hal tersebut dinilai Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman kunjungan salah alamat. Pasalnya, DIN merupakan lembaga yang mengurus tentang standarisasi produk di Jerman.
Video dengan judul `PPI Berlin Fakta Kunker Baleg DPR RI ke Din Deutsches Institut Fur Normung` itu sengaja direkam dan dimuat ke Youtube oleh PPI Jerman. Kunjungan kerja ke Badan Standarisasi Jerman tersebut ditolak PPI Jerman, karena tidak ditemukan transparansi dari kunker.
Dalam video tersebut, nampak bahwa sebagian besar anggota dewan tidak menguasai bahasa Inggris. Sehingga saat rapat berlangsung, mereka meminta penerjemah yang disiapkan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Tayangan dengan durasi 16 menit itu juga menunjukkan bahwa rapat tidak dikoordinasi dengan baik. Padahal, rencana kunjungan yang membahas RUU Keinsinyuran tersebut memakan biaya hingga Rp2,3 miliyar.(BEY/col)