Satelit9.com,Pasuruan-Waratawan media cetak Haji Abdullah memastikan
akan mencalonkan diri menjadi Calon Bupati (Cabup) Pasuruan yang digelar
2013 mendatang.
Hal itu dipastikan saat Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) melantik 27 Pengurus Anak Cabang (PAC) Ormas tersebut, di Taman Candra Wilatika, Kecamatan Pasuruan.
Sebagai bukti, warga Desa Martopuro, Kecamatan Purosari, Kabupaten Pasuruan itu sudah mengikuti semua proses tahapan persyaratan administrasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.
"Beberapa Partai politik (Parpol) sudah banyak yang melamar saya, namun belum saya putuskan. Saya juga belum menentukan Calon Wakil Bupati (Cawabup) untuk mendampingi saya dalam Pilbup ini," jelas Haji Abdullah, di Pasuruan, Minggu (18/11/2012).
Ditanya mengenai dana, Haji Abdullah mengaku tak khawatir dengan modal besar yang biasanya banyak dikeluarkan para calon yang bertarung dalam Pilkada.
"Tak ada masalah soal dana," jelasnya.
Menurutnya yang terpenting ada perubahan seputar infrastruktur, seperti perekonomian tradisional, biaya pendidikan, kesehatan dan hukum di wilayahnya.
Hal itu lantaran banyak orang yang dinilainya sudah berkuasa namun tidak memperhatikan masyarakat lemah seputar permasalahan pendidikan, kesehatan dan hukum. (woco)
Hal itu dipastikan saat Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) melantik 27 Pengurus Anak Cabang (PAC) Ormas tersebut, di Taman Candra Wilatika, Kecamatan Pasuruan.
Sebagai bukti, warga Desa Martopuro, Kecamatan Purosari, Kabupaten Pasuruan itu sudah mengikuti semua proses tahapan persyaratan administrasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.
"Beberapa Partai politik (Parpol) sudah banyak yang melamar saya, namun belum saya putuskan. Saya juga belum menentukan Calon Wakil Bupati (Cawabup) untuk mendampingi saya dalam Pilbup ini," jelas Haji Abdullah, di Pasuruan, Minggu (18/11/2012).
Ditanya mengenai dana, Haji Abdullah mengaku tak khawatir dengan modal besar yang biasanya banyak dikeluarkan para calon yang bertarung dalam Pilkada.
"Tak ada masalah soal dana," jelasnya.
Menurutnya yang terpenting ada perubahan seputar infrastruktur, seperti perekonomian tradisional, biaya pendidikan, kesehatan dan hukum di wilayahnya.
Hal itu lantaran banyak orang yang dinilainya sudah berkuasa namun tidak memperhatikan masyarakat lemah seputar permasalahan pendidikan, kesehatan dan hukum. (woco)
